Customer toko oleh-oleh sepi = omzet penjualan makanan khas daerah, snack khas, souvenir, dan produk oleh-oleh lo terus turun setiap hari
Follow up customer berantakan = calon pembeli lebih memilih toko oleh-oleh kompetitor yang lebih responsif
Konten produk masih asal bikin = keunikan produk, rasa, asal daerah, dan keunggulan oleh-oleh gak tersampaikan, customer ragu beli, dan conversion tetap rendah
Owner masih ngurus hal kecil = waktu habis buat balas chat, bikin konten, dan follow up customer sehingga bisnis toko oleh-oleh susah berkembang
Tim marketing kelihatan sibuk terus = biaya marketing toko oleh-oleh terus naik, tapi penjualan tetap seret