Customer toko dekorasi interior sepi = omzet penjualan wall decor, lampu dekorasi, cermin, karpet, furniture dekoratif, dan produk interior lo terus turun setiap hari
Follow up customer berantakan = calon pembeli lebih memilih toko dekorasi interior kompetitor yang lebih responsif
Konten produk masih asal bikin = desain, fungsi, ukuran, dan keunggulan produk interior gak tersampaikan, customer ragu beli, dan conversion tetap rendah
Owner masih ngurus hal kecil = waktu habis buat balas chat, bikin konten, dan follow up customer sehingga bisnis toko dekorasi interior susah berkembang
Tim marketing kelihatan sibuk terus = biaya marketing toko dekorasi interior terus naik, tapi penjualan tetap seret