Customer bengkel sepi = omzet servis, ganti oli, tune up, spooring, balancing, dan layanan bengkel lo terus turun setiap hari
Follow up customer berantakan = calon customer lebih memilih bengkel kompetitor yang lebih responsif
Konten edukasi masih asal bikin = pentingnya servis berkala gak tersampaikan, customer menunda servis, dan conversion tetap rendah
Owner masih ngurus hal kecil = waktu habis buat balas chat, bikin konten, dan follow up customer sehingga bisnis bengkel susah berkembang
Tim marketing kelihatan sibuk terus = biaya marketing bengkel terus naik, tapi order servis tetap seret