Order beras dan telur sepi = omzet bisnis supplier lo terus turun setiap hari
Follow up customer berantakan = restoran, katering, warung, toko sembako, dan bisnis kuliner lebih memilih supplier kompetitor yang responnya lebih cepat
Stok beras dan telur masih manual = barang bisa kosong saat customer butuh, pembelian terlambat, dan orderan ikut terganggu
Owner masih ngurus hal kecil = waktu habis buat balas chat, cek stok, cari supplier, dan atur pengiriman sehingga bisnis susah berkembang
Tim kelihatan sibuk terus = biaya operasional bisnis supplier beras dan telur terus naik, tapi order tetap sedikit