Order bahan bangunan sepi = omzet distributor lo terus turun setiap hari
Follow up customer berantakan = kontraktor, developer, toko bangunan, pemborong, arsitek, dan proyek lebih memilih distributor kompetitor yang responnya lebih cepat
Stok material masih manual = semen, pasir, bata, keramik, besi, dan material lain bisa kosong saat proyek butuh, pembelian terlambat, dan orderan ikut terganggu
Owner masih ngurus hal kecil = waktu habis buat balas chat, cek stok, cari supplier, dan atur pengiriman sehingga bisnis susah berkembang
Tim kelihatan sibuk terus = biaya operasional distributor bahan bangunan terus naik, tapi order tetap sedikit